Penyebab Rokok Elektrik (Vaporizer) Meledak-vapor jogjakarta

Penyebab Rokok Elektrik (Vaporizer) Meledak

Akhir-akhir ini kita sering mendengar informasi yang kurang baik, yaitu kasus meledaknya personal vaporizer atau biasa disebut dengan vapor / vape. Vaporizer merupakan benda elektronik yang ketika di hisap akan mengeluarkan uap. Sensasinya menyerupai sedang merokok pada umumnya. Yang namanya benda elektronik apabila pemakainnya tidak benar dan tidak sesuai dengan aturan penggunaanya akan menyebabkan benda tersebut menjadi rusak. Jangan kan vapor, handphone, power bank maupun benda elektronik yang lain mampu meledak kok. Intinya dalam pennggunaan benda elektronik itu diharapkan perawatan ekstra. Apabila baterai vaporizer bocor ya segera diganti jangan di paksakan untuk dipakai. Sekarang tinggal bagaimana cara merawatnya barang tersebut biar kekal dan tidak cepat rusak.

Penyebab vaporizer meledak biasanya ialah kesalahan dari sang pengguna (vapers) tetapi tidak jarang juga penyebabnya mampu dari Vaporizer yang dibuat sendiri (DIY). Ledakan yang di timbulkan vaporizer sangat berbahaya dan dapat melukai seseorang. Maka dari itu vaporizer ini hanya diperuntukan buat orang yang sudah berusia 18+ tahun dan mempunyai tanggung jawab. 
akhir ini kita sering mendengar informasi yang kurang baik Penyebab Rokok Elektrik (Vaporizer) Meledak
Sumber gambar: www.dailymail.co.uk

Berikut ini ialah penyebab vaporizer meledak:

1. Kurangnya Pengetahuan
Sebelum menggunakan vapor diwajibkan memahami dulu cara penggunaannya, mulai dari device, atomizer (RDA, RTA atau RDTA), baterai bahkan sampe ke liquid yang digunakan. Setiap device mempunyai ketahan (ohm) yang berbeda-beda serta baterai yang digunakan harus yang di rekomendasi untuk vaporizer, jangan asal pakai saja.

2. Jenis Mod Vaporizer
Vaporizer terdiri dari 2 jenis, yaitu Mechanical Mod dan Electric Mod.biasanya ledakan vaporizer lebih cenderung terjadi pada jenis Mechanical Mod. Dari segi harga memang Mechanical Mod lebih murah dibandingkan dengan Electric Mod. Mechanical mod ini masih kurang aman bagi pemula alasannya hanya terdiri dari baterai, atomizer serta coil. Jenis ini tidak memiliki indikator (LCD) kalau vaporizer yang digunakan lowbatt mapun ketahanan terlalu extreme sampai device menjadi kepanasan. Karenanya dalam penggunaan untuk jenis mechanical dibutuhkan keterampilan khusus bagi para vaper. 
3. Settingan Vaporizer Yang Terlalu Extreme
Sebagian vapers ingin menerima uap yang dihasilkan vaporizernya lebih banyak lagi, Mereka menggunkan gulungan kawat (coil) yang sedikit semoga menghasilkan power yang lebih dalam pembakaran dan menghasilkan uap yang lebih banyak. Hal ini rentan menyebabkan ledakan bila mod atau baterainya tidak mendukung, apalagi dilakukan oleh pemula. 
Baca juga: 5 cara memperbanyak uap vapor

4. Terlalu lama Mencharge
Jangan mencharge atau mengisi ulang personal vaporizer anda terlalu lama, alasannya kalau anda menchargenya terlalu lama mampu bisa vaporizer anda meledak atau setidaknya baterai vaporizer anda akan ngedrop atau akan menjadi cepat habis ketika digunakan. Sebaiknya kalau baterai anda sudah penuh anda seharusnya mencabut baterai dari chargenya dan biasanya semua jenis vaporizer mempunyai indicator lampu ataupun tanda kalau baterai anda telah penuh ketika di charge. Lebih baik lagi gunakanlah charge eksternal walaupun biasanya setiap device terdapat lubang chargenya. Hal ini lebih aman dan dapat membuat chip yang terdapat pada device (Mod electrical) tidak cepat rusak. 
Baca juga: Macam-macam charge baterai untuk vapor

5. Baterai yang Tidak Direkomendasikan
Jenis baterai yang ada didunia ini banyak, sebai pola jenis ICR dan IMR. ICR ialah Lithium Cobalt Oxide yang artinya jenis baterai ICR menggunakan oksidasi ion cobalt untuk menyimpan ion Listrk. Bahan Cobalt memerlukan rangkaian proteksi karna cobalt mempunyai batas toleransi stress yang lebih rendah dari IMR, kalau batre jenis ICR ini dipaksa diberi beban Ohm yg sangat kecil makanya rangkaian proteksinya akan rusak dan ion cobalt yngg tersimpan di dalam baterai akan keluar atau bahkan meledak. Sedangkan IMR ialah Lithium Manganese Oxide artinya jenis baterai IMR menggunakan oksidasi ion Mangan untuk menyimpan ion listrik. Bahan mangan tidak memerlukan proteksi karna mangan mempunyai batas toleransi yang lebih tinggi dan setabil dibanding ICR. Kaprikornus dalam penggunaan vaporizer tidak disarankan menggunakan batre jenis ICR, melainkan baterai jenis IMR lah yang disarankan digunakan karna memiliki kestabilan dan batas toleransi yang lebih tinggi. Jangan juga menggunakan baterai hasil copotan dari laptop alasannya tidak di rekomendasikan juga.

6. Vaping ketika Di charge
Walaupun melaksanakan vaping sambil dicharge dapat dilakukan tetapi hal ini merupakan sebuah kesalahan. Jika hal tersebut dilakukan dalam waktu yang cukup lama, maka akan membuat baterai menjadi tidak stabil , panas dan menjadi bocor. Baterai yang bocor ini akan menjadi sangat berbahaya dan mampu meledak.

Karena kurang pengetahuan ihwal vaporizer (rokok elektrik) atau mencoba setingan yang extreme inilah penyebab utama vaporizer meledak. Ibarat motor, kalau sembarang dalam pemaikaian part, dan kurang pengetahuan dalam mengendarai, mampu mencelakai pengendara. Begitu juga personal vaporizer. Butuh pengetahuan untuk menyettingnya sendiri. Gunakan Mod yang sudah terbukti aman, Gunakan settingan yang standard. Yang pasti, barang apapun yg kita gunakan sebaiknya kita pahami dan pelajari dulu penggunaannya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Penyebab Rokok Elektrik (Vaporizer) Meledak

0 comments:

Posting Komentar